jump to navigation

Buku Tamu

Bagian terpenting dalam komunikasi adalah respons, dialog. Suatu persuasi dilakukan lewat media tulisan, gambar dan ucapan. Sejak Tsai Lun menemukan kertas, kata-kata diperangkap dalam buku. Sebelumnya di dalam batu dan kayu.

Dari pahat untuk batu menjadi keyboard zaman sekarang. Bukankah kini caranya lebih mudah? Lalu kenapa sungkan meninggalkan pesan dan kritik. Apalagi anugerah rasa dan karsa sebagai penanda kemanusiaan.

Ruang ini adalah ikhtiar untuk bersilaturahmi..

 

Komentar»

1. Lena 00 - Mei 5, 2008

Jangan Berhenti Berkarya

Ternyata Yance, sosok yang giat berkarya. Membaca Blog mu menjadikan aku terpancing tuk berbuat yang sama. Oya mari kita sama-sama mempertajam analisa dan telaah ilmiah (meski bukan seorang Dosen).

Jangan berhenti, karena SIAPA DIRIMU KEDEPAN, DITENTUKAN oleh BAGAIMANA DIRIMU HARI INI. Ok. Sory.. Kelewat puitis neh.

Uni Lena

2. Yance Arizona - Mei 5, 2008

Terimakasih atas semangatnya Uni Lena.

Bukankah kita semua adalah dosen sekaligus mahasiswa dari kehidupan. Sebagai Manusia pendidikan (Homo Educandus). Dalam filsafat Minang juga disebutkan “Alam Takambang Jadi Guru”. Sekalian kehidupan di alam adalah Guru.

Uni Lena punya semangat yang lebih besar yang masih disimpannya. Tetapi tentu segera akan dibagi-bagikan..

Adinda tunggu, Uni..

Salam dari bang Charles yang hari ini mampir ke HuMa

3. Firdaus Arifin - Mei 6, 2008

MLM BOS Pa kabarnya ? link website bang ai (SUHARIZAL SH MH) http://www.suharizal.com pasang dong di blognya, klo ga bisa dipecat ntar dari alumni FHUA…..hehehe…. Just Kidding ya Bos. Salam Hangat firdaus Arifin

4. Yance Arizona - Mei 7, 2008

Siap bang.. Makasih infonya. Saya malah baru tahu kalau Bang Ai sudah dari dulu jadi Blawger..

Semoga bisa bertemu.

5. muara hafidz - Juni 17, 2008

nice…

6. febri diansyah - Juni 17, 2008

gimana kabarnya, bos?
dak mencorat-coret beberapa halaman media lagikah?

terus berkarya, teman…

7. desriandi - Juni 26, 2008

salam demokrasi!!
kawan,, gimana kabar sekarang?
gimana proyek?
kapan ya kita bisa ngumpul seperti dulu lagi?
salam ya sama bang Andiko!!

Justitia voor iederen